February, 2015

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: February 12, 2015

ORANG ZUHUD ADALAH GOLONGAN YANG SEDERHANA SETELAH MEMILIKI KEKAYAAN

Apa pemahaman kita terhadap zuhud? Jika kita melihat orang miskin adakah kita mengatakan ia zuhud. Adakah tepat penafsiran begitu? Secara pandangan zahir, zuhud dan miskin nampak sama tapi hakiktntnya  berbeza sama sekali.

Sebenarnya hari ini semua orang tidak mahu miskin. Orang miskin pun mahu kaya tetapi kekayaan tidak datang kepada mereka. Manakala bagi orang zuhud sebenarnya ia tidak mahu kaya tetapi kekayaan dan dunia  datang mengejarnya akhirnya ia dipaksa mengambilnya.

Contoh yang berlaku kepada Nabi S.A.W, Allah menguji beliau melalui malaikat Jibrail, menawarkan kepada baginda untuk menjadikan gunung Uhud kepada emas dan baginda boleh bersenang lenang dengan kekayaan itu tetapi baginda memilih jalan zuhud iatu berdakwah mengembangkan Islam. Walau pun begitu dunia terus mengejar baginda sehingga baginda kena menjadi pemimpin dunia ini. Kekayaan telah tunduk baginda. Baginda tetap zuhud walau pun telah kaya. Inilah makna zuhud.

Walaupun begitu, Nabi S.A.W bukan tidak galakkan ummatnya miskin kerana beliau sendiri pernah bersabda bahawa kemiskinan membawa kepada kekufuran jika iman tidak kuat.

Zuhud bukanlah persoalan zahir, tapi persoalan kerohaniah atau hati. Hati yang tak terikat dengan dunia. Dunia dipegang ditangannya tetapi tidak dipegang melekat dihatinya.

Dunia tak sampai merisaukan dan menyusahkan hidupnya. Kerana dunia hanyalah tool untuk mencapai matlamat ke akhirat. Dunia sebagai alat tempat bercucuk tanam dan hasilnya nanti untuk dituai di akhirat.

Dunia yang Allah beri diambil untuk keperluan hidup. Jika kita tidak berilmu, dunia boleh menjadikan kita  tersasar tujuan hidup di dunia ini. Allah menguji dengan memberi rezeki yang berlebih. Ingatlah yang berlebih itu wajib dikembalikan melalui jalan zakat, infak, sedekah dan kebajikan akhirnya ia memberi manfaat sesama manusia. Konsepnya lebih banyak nikmat yang Allah beri, lebih banyak manusia yang mendapat kebaikkannya.

Persoalannya mampukah kita merealisasikan zuhud dalam diri? Bercakap adalah mudah tapi yang boleh tahu hanya diri sendiri dan Allah sahaja. Jika kita telah zuhud, kekayaan yang kita miliki, rumah seperti istana, pesawat jet peribadi, kereta mewah dan pelbagai lagi, semua itu tidak menjadi riak atau menunjuk-nunjuk.

 

Posted by: | Posted on: February 8, 2015

13 WAKTU MUSTAJAB BERDOA KEPADA ALLAH SWT

1. KETIKA SAHUR DAN SEPERTIGA MALAM TERAKHIR
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون
“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)
Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain.
2. KETIKA BERBUKA PUASA
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
3. KETIKA MALAM LAILATUL QODAR
Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:
قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”]”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)
Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.
4. KETIKA ADZAN BERKUMANDANG
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
5. DI ANTARA ADZAN DAN IQOMAH
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة
“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).
Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan.
6. KETIKA SUJUD DALAM SHOLAT
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا
“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
7. KETIKA SEBELUM SALAM DALAM SHALAT WAJIB
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu SETELAH salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).
NB : SEBAIKNYA BERDOA DI WAKTU ANTARA ADZAN DAN IQOMAH, SAAT SUJUD DAN SEBELUM SALAM DALAM SHALAT WAJIB, WAKTU ITU LEBIH BAIK DIGUNAKAN UNTUK BERDOA DARI PADA SAAT SETELAH SELESAI SHALAT
8. DI HARI JUMAT
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)
Untuk lebih jelas mengenai waktu special di hari jumat ini, bisa di simak di http://al-uyeah.blogspot.com/2013/02/kumpulan-kajian-keutamaan-hari-jumat.html
9. KETIKA TURUN HUJAN
Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala.
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)
10. HARI RABU ANTARA DZUHUR DAN ASHAR
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Dzuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:
“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”
Dalam riwayat lain:
فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر
“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)
11. KETIKA HARI AROFAH
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خير الدعاء دعاء يوم عرفة
“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
12. KETIKA PERANG BERKECAMBUK
Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
13. KETIKA MINUM AIR ZAM ZAM
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ماء زمزم لما شرب له
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)
*Sumber dari peribadirasulullah.wordpress.com
Posted by: | Posted on: February 7, 2015

SIMULASI EKONOMI

Ekonomi individu, keluarga, syarikat mau pun negara hendaklah diurus berpandukan Al Quran iaitu berpandukan surah Yusof ayat 48. Jika kita mengkaji ayat ini kita menemui bahawa trend ekonomi berupa pasang surut seperti  pergerakkan gelombang iaitu tinggi atau mewah selama 7 tahun dan menurun selepas itu atau mengalami masa susah selama 7 tahun pula.

Jika kita mengkaji trend ekonomi di Malaysia, ia menjunam pada tahun 1988. Selepas itu ia mula menapak dan naik maksima dan menjunam balik pada tahun 1998. Selepas 1998 ia menapak naik maksima dan menjunam balik pada tahun 2008. Sekarang ia tengah melalui masa menjunam menuju ke tahun 2018 berdasarkan trend yang berlaku sebelum ini. Kita akan melalui kesusahan akan dirasai dari sekarang 2015, 2016 ,2017 hingga 2018. Selepas 2018 ia mula menapak naik balik hingga mencapai 7 tahun titik maksima.

Jika kita mengukur trend ekonomi ini ia berlaku dalam tempoh (range) 10 tahun dan konstan sejak tahun 1988. Sebelum tahun 1988 kita belum membicarakan pasal ekonomi kerana negara baru beralih dari dasar pertanian kepada industri. Jika kita merujuk Al Quran, surah Yusuf ayat 48, ia menyatakan dengan jelas bahawa tempoh 7 tahun adalah masa senang dan 7 tahun masa susah dan Allah mengingatkan untuk hambanya membuat persediaan semasa zaman senang dan bukan boros ketika dizaman mewah. Jika kita membuat reseach dalam ekonomi kita akan menemui trend naik turun ekonomi dalam tempoh 10 tahun.  Jadi, 3 tahun itu kalau kita amati adalah tempoh peralihan untuk ia bergerak naik. Jadi trendnya memang benar 10 tahun tempoh simulasi naik turun. Trend inilah yang sentiasa berulang sepanjang zaman.

Bagi orang  Islam yang beriman dengan ayat ini akan sedar bahawa Allah tidak akan menjadikan dunia ini mewah selamanya. Allah mengetahui bahawa hambanya jika diberi kemewahan berpanjangan pasti mereka akan bertambah lalai dan yang pasti harga barang dan aset akan menjadi terus tinggi. Faktor ini akan menekan golongan yang miskin yang tidak dapat bersaing berbanding dengan golongan ahli bisnes. Jika dunia ini terus mewah akan ada hambanya yang lemah sukar untuk hidup. Allah yang bersifat maha adil menjadikan dunia ini 7 tahun mewah dan 7 tahun miskin. Semua ini sudah dijelaskan 1400 tahun dulu lagi  samada kita sedar atau tidak.

Masa mewah adalah masa persediaan menghadapi zaman susah dan bukan masa untuk membazir atau boros. Masa mewah adalah masa terbaik membela angsa emas (melabur) untuk ia bertelur emas setiap tahun. Jangan gopoh hendak mendapatkan emas hingga kita membunuh angsa itu. Tunggu hingga angsa itu bertelur dan  ambil telurnya itu untuk berbelanja. Sebahagian telur itu kita tebus untuk belanja dan sebahagian lagi kita beri kepada ibu angsa itu makan balik supaya ia menjadi lebih besar dan sihat. Pada tahun hadapan pasti ia bertelur  dengan saiz telur emas yang lebih besar. Persediaan ini menjadi kita tidak terkesan di waktu ekonomi dunia tengah menjunam.